Posted in Family, Ficlet, Friendship

Ficlet : Memories Guitar

Author : JungJeHwan

Tittle : Memories Guitar

Genre : Family, Friendship, Ficlet

Cast :

Lee Dong Hae

And Other Cast

Desclamaire: All cast in here are belong their. Thanks to readers’ yang mau baca ff gaje ini. Author bikin ini karena terinspirasi dari cerpen yang author buat untuk tugas Bahasa Indo di sekolah. Maaf kalo jelek, ne?? Happy reading all and sorry for typos if were present ^^ NO BASH AND PLAGIAT, PLEASE !!🙂

***

                Terlihat seorang namja sedang bermain dengan gitar akustiknya. Umurnya kini menginjak usia 18 tahun. Namanya Lee Dong Hae, atau lebih dikenal Dong Hae. Dia memang senang dan pandai bermain gitar. Sudah sejak berumur 5 tahun ia memiliki bakat itu. Tapi tak ada orang yang mengetahuinya kecuali anggota panti asuhan tempatnya tinggal sekarang. Ia memang namja yang pendiam juga tertutup semenjak appa-nya meninggal tujuh tahun lalu dan eomma-nya yang kemudian menyusul ayahnya saat ia berusia 15 tahun. Sekarang, namja itu tinggal bersama teman-teman senasib dengannya di Yayasan Panti Asuhan Angela Seoul.

“Permainan gitar mu sangat bagus.” Puji Kyu Hyun yang kebetulan menjadi teman satu kamar Dong Hae. “Tapi, kenapa kau tak pernah mau menunjukkannya saat Pentas Seni sekolah? Bahkan guru seni musik sekalipun tak mengetahui bakat luar biasa mu itu? Kau itu memang sangat misterius.” Ujar Kyu Hyun sambil tetap menatap intens Dong Hae yang masih tetap asik memetik senar gitarnya.

“Entahlah, aku juga tak tahu. Tapi aku tak mau saja. Dan terima kasih pujian mu.” Balas Dong Hae dengan nada enteng. Itulah jawaban setiap kali ditanya kenapa ia tak pernah mau menunjukkannya di depan umum. Tapi alasan sebenarnya ia tak mau menampilkan bakatnya itu, kerana ia sangat trauma.

Saat itu usianya baru saja menginjak usia sebelas tahun. Dong Hae dan keluarganya merupakan keluarga sederhana. Dan ia sendiri merupakan anak tunggal. Dan kini ia terduduk cemas di backstage sebuah lomba pencarian bakat di Korea. Hal yang sedari dulu ia cita-citakan dan selalu orang tuanya dukung. Tapi, ia mendapatkan sebuah telepon dari kepolisian bahwa orang tuanya mengalami kecelakaan di daerah kawasan Apgujeong. Dan kondisi mereka berdua sangat parah sekarang ini.

Tanpa pikir panjang dan bahkan tanpa memikirkan nasib lombanya, ia segera meninggalkan tempat itu. Dan hatinya mencelos saat dokter menghampirinya dan memberikan kabar bahwa appa nya telah tiada dan keadaan eomma nya yang harus kehilangan kemampuannya untuk berjalan. Itulah kenapa sampai sekarang Dong Hae enggan untuk menampilkan bakatnya di depan umum, ia takut kejadian serupa akan menimpa salah satu dari orang terkasihnya.

“Aku tahu, kau masih merasa bahwa kaulah yang menyebabkan appa mu meninggal. Sudahlah, lupakan kejadian itu.” Nasihat Kyu Hyun.

“…” Dong Hae termenung kembali teringat dengan kejadian naas itu. Walaupun ia tak secara langsung melihat kejadiaannya.

“Minggu depan ada Pentas Seni di sekolah. Aku harap kau bisa menampilkan permainan mu itu. Untuk kali ini saja.” Ujar Kyu Hyun dalam satu tarikan nafas. “Dan aku harap kau membertimbangkan ucapan ku ini.” Lanjut Kyu Hyun sambil beranjak pergi dari kamar mereka, Dong Hae dan dirinya.

Dong Hae hanya terdiam melihat punggung Kyu Hyun yang kini mulai menghilang dari balik pintu kamarnya sambil merenungi ucapan Kyu Hyun.

-One Week Later-

Entah dapat keberanian dari mana, Dong Hae kini telah berdiri di panggung sekolah sambil memegang gitar kesayangannya. Tak lama kemudian gemuruh riah tepuk tangan penonton tergantikan dengan alunan lembut suara petikan gitar. Penampilannya sangat memukau banyak orang. Keharmonisan nada yang ia ciptakan memang sangat sederhana tapi entah kenapa penampilannya bisa memukau banyak orang.

Kyu Hyun, temannya yang kini berdiri di salah satu sudut penonton tersenyum senang mendapati sahabatnya bisa melakukan sarannya. Tapi, Dong Hae merasakan sesak yang teramat di dadanya saat mengingat kembali kejadian tujuh tahun lalu. Pikirannya kembali melayang disaat-saat dia tak jadi lomba dan appa nya meninggal. Tapi, ada setitik rasa senang dan bangga di batinnya karena akhirnya dia bisa berdamai dengan kenyataan. Kenyataan yang selalu ia tampik dan hindari.

Penampilannya sudah selesai. Semua penonton yang tadinya terduduk kini satu-persatu mulai bangkit berdiri sambil memberikan tepuk tangan meriah kepada penampilan Dong Hae yang sangat memukau. Dong Hae hanya bisa tersenyum dan tak terasa satu titik air matanya meluncur. Satu hal yang ingin ia tunjukan kepada sang appa dari dulu dan akhirnya terwujud.

“Kau lihat, banyak orang yang sangat mengahargai cara bermain gitar mu.” Kata Kyu Hyun ketika Dong Hae sampai di belakang panggung.

“Gomawo.” Ujar Dong Hae seraya melukiskan seulas senyum.

Dan tanpa mereka sadari seorang lelaki dewasa berpakai rapi juga formal melihat kearah mereka sambil menyunggingkan seulas senyum yang belakangan ini tak pernah ada. “Inilah orangnya, orang yang ku cari.” Kata orang itu lirih sambil berjalan mendekati Dong Hae.

“Kau Lee Dong Hae??” Tunjuk orang itu pada Dong Hae.

“Ne, wae??” Tanya Dong Hae sopan.

“Aniya, perkenalkan nama saya Hee Chul, Kim Hee Chul Presdir HC Entertaiment. Dan saya menawari anda untuk masuk menjadi gitaris utama group band di management kami. Karena gitaris utama kami sakit dan ia meminta mengundurkan diri beberapa bulan lalu.” Terang Hee Chul sajangnim.

“Sudah terima saja. Aku yakin Tuhan mengabulkan doa mu.” Bisik Kyu Hyun pada temannya seraya pergi meninggalkan dua orang yang sedang berbicara serius itu.

“Tapi…” Jawab Dong Hae ragu.

“Saya melihat ada bakat istimewa di diri anda. Dan saya yakin kita bisa bekerja sama nantinya.” Jawab Hee Chul sajangnim berusaha meyakinkan.

“Baiklah, saya akan mencoba yang terbaik sajangnim.” Kata Dong Hae seraya membungkukkan badannya hormat.

-3 Years Later-

Kini, Dong Hae telah tumbuh menjadi seseorang yang banyak dikenal orang. Dan kini, ia sudah bisa membuatkan rumah yang dulu ia sempat janjikan kepada orant tuanya terutama terhadap eomma nya sebelum eomma nya meninggal. Ia juga sudah tak tinggal lagi di Panti Asuhan tempatnya dulu bernaung. Dan Kyu Hyun kini menjadi manager Dong Hae yang otomatis kini tinggal bersamanya. Walaupun sudah tak tinggal di Panti Asuhan lagi, tapi Dong Hae tetap rutin mengunjungi tempatnya dulu tinggal.

Dan sampai sekarang gitar yang membuatnya menjadi terkenal seperti ini masih berada di tangannya. Gitar kenangannya bersama kedua orang tuanya. Hidupnya juga kini lebih berkecukupan dengan hasil kerja kerasnya sendiri.

“INI UNTUK MU EOMMA, APPA!!.” Kata Dong Hae sambil tersenyum puas memandangi rumah yang selesai dibangun itu.

­-THE END-

Eotteo?? Gaje ya!! Thanks for visiting and reading😀

Author:

Just an ordinary girl with an extraordinary. I'd rather die than live without any passions -JK-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s