Posted in Me, Uncategorized

Just Story

Di salah satu high school terkenal di kota A, ada seorang murid bernama Tsuki. Tsuki mempunyai dua teman. Yang satu namanya Kozu dan Miyu. Dulu mereka satu SD, eh masuk high school mereka bertiga juga satu sekolah. Satu kelas lagi. Kelas mereka bisa dibilang kelas yang istimewa. Karena kelas mereka, setiap tingkatan hanya ada kelas itu. Ya, bisa dibilang kelas untuk anak-anak yang butuh penanganan khusus. Tapi, bukan untuk anak-anak terbelakanng mental lho. Mereka dibilang anak-anak khusus karena mempunyai kecerdasan di atas anak-anak rata-rata.

Dan, petualangan mereka di mulai.

Suatu ketika, ada teman mereka. Sebut saja namanya Chiyo. Dia anak yang baik. Tapi .. Ini cerita yang sebenarnya.

Suatu hari Tsuki, Kozu dan Miyu sedang kumpul-kumpul. Biasa anak remaja, klo gag ada gurunya ngrumpi. Mereka ngrumpi tentang idola mereka masing-masing. Tapi mereka salah satu fans dari group sebut aja group J. Selain menyukai group J, mereka juga menyukai group yang lain. Yah, biasa sharing-sharing gitu. Tiba-tiba, Chiyo datang, dia tanya “mereka siapa??” sambil nunjuk ke netbook Miyu. Karena tiga orang itu baik, mereka ngejelasin, ngenalin idola mereka ke Chiyo.

Setelah itu, Chiyo jadi ikut-ikutan suka sama group, yah sebut aja group F yang juga disukai Kozu. Awalnya Tsuki gag terlalu ngegagas Chiyo. Tapi, karena cerita dari kedua teman nya itu. Dia jadi mulai ngeperhatiin Chiyo. Ngeperhatiin, dalam artian ingin mencari tahu. “Chiyo itu gag beneran suka ma group F. Dia Cuma ikut-ikutan. Lihat aja tuh anak. Dia hanya bisa minta video ma foto ke aku. Dan sekarang aku mulai ngejauhin tuh anak, biar gag dimintain video ma tuh anak. Coba kalian bayangin aku ngedownload video itu sampai tengah malem, gag bisa tidur mikirin downloadan ku. Sedangkan dia, dia Cuma minta, enak banget. Dan lagi, dia itu ga bisa ngehargain karya group F, aku sedih banget. Dia hanya pengin pamer doank.” Kata Kozu. Dari perkataan Kozu itu Tsuki dan Miyu memperhatiin si Chiyo. Dan mulai saat itu Tsuki, Kozu dan Miyu mulai menetapkan satu kata “BENCI PLAGIATOR.” Satu kata yang sangat mudah diucapin, tapi memiliki arti yang sangat bermakna.

Dari sepenggal cerita itu, kita bisa ambil kesimpulan. Yaitu :

JIKA KAMU MENGIDOLAKAN SESEORANG, JANGAN HANYA SEKEDAR MENIRU ORANG LAIN. JANGAN SAPERTI SI CHIYO. CINTAILAH IDOLA MU SEPENUH HATI. CINTAI DARI LUBUK HATI. KARENA DARI ITU KITA BISA BELAJAR MENCINTAI SESEORANG DENGAN TULUS DARI LUBUK HATI.”

NB : Cerita ini diambil dari sebuah pengalaman yang kenyataan.

Author:

Just an ordinary girl with an extraordinary. I'd rather die than live without any passions -JK-

3 thoughts on “Just Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s